Kamis, 07 April 2011
Kenapa begitu sulit, Tuhan...
kadang buruknya tidak terlihat, bagusnya tidak terasa. Kadang kesalahan tidak begitu nyata, dan menjalani kesadaran itu terasa sangat sulit. memang sulit. saat kau tau salah, saat kau tau ada begitu banyak alasan untuk berhenti, yang kau jalani tetap jalan yang sama. Tanpa disadari kita semua sadar, tapi tak bisa menjalani kesadaran itu.
kau akan mati.
bahkan sampai saat kita tau kita akan mati, rasanya untuk menggeser sedikit jalan saja seperti lebih baik mempertaruhkan nyawa untuk mati.
kenapa begitu sulit, Tuhan...
Sabtu, 12 Maret 2011
Alasan yang sama
hidupmu tak akan lebih baik dengan seperti itu...
sudah lihat kan? kau tak akan melangkah maju...
kau membuang harapan...
Minggu, 23 Januari 2011
Sabtu, 22 Januari 2011
Rabu, 23 September 2009
this feeling killing me
saat kita memutuskan untuk melupakan,
disitu ada dua jalan yang telah kau buka.
kau akan menghapus jejak dengan paksa
kau akan menekan hatimu untuk menghilangkan,
kau akan dengan cepat merasa lega,
sesaat...
tapi bearti kau mematri lebih dalam perasaanmu
semakin kau mencoba melupakannya dengan paksa
semakin banyak hal yang kau ingat untuk dilupakan
semakin sulit...
semua hal, akan memburumu lebih cepat dari biasanya
kau akan terluka lagi,
lebih dalam...
suatu saat kau mengingatnya,
kau akan tahu bahwa kau melupakannya dengan menyiksa dirimu sendiri.
kau menyeret dirimu dalam ketidaktulusan.
kau akan semakin tersiksa saat tiba-tiba kau mengingatnya.
bahkan dengan sepenuh hatipun tak akan membuatnya lebih baik...
seperti aku,
yang menangis lagi untuk hal yang kupaksakan...
lalu seperti apa lagi gerangan yang harus dilakukan?
aku lebih memilih untuk menangis dalam diam.
aku tak suka memelankoliskan diriku yang sudah seperti ini.
karna jika aku tau caranya,
mimpi-mimpi itu tak akan pernah datang lagi.
aku tau itu tak berarti,
tapi lebih dari itu,
aku yakin perasaanku tak mati membeku seperti yang kupikirkan sebelumnya.
ternyata aku masih hidup...
bukankah itu kabar baik?
bukankah itu sisi positifnya?
yah, walaupun aku tak merasa lebih baik dari sebelumnya...
tidak..
perasaan itu tetap mencabik-cabik hatiku
dan menjatuhkannya ke jurang yang paling dalam.
jauh disana,
aku tak tau apakah ini berarti untuknya atau tidak.
tak ada gunanya memang...
perasaan ini terlalu dalam...
aku benci telah, dan masih mencintainya...
heh, stupid hurtful...
Minggu, 09 November 2008
What's up UPI? Part 2
ini adalah make up dari blog sebelumnya, tentang lingkungan upi, dengan judul yang sama. soalnya, saya baru mendapat pencerahana dari mr. Andika tentang bagaimana menulis yang baik. benar ato salah, saya coba untuk memperbaikinya. yah, cuma sedikit merevisi. intinya, sama saja....
UPI, dengan segala kemegahannya...
dimulai dari gerbang utama yang belum lama ada, UPI sudah terlihat megah dengan gedung indah nan centil, seperti yang mr. andika bilang, karena warnanya yang biru-orange. yah, sedikit centil memang. tapi, lebih dari itu, kita lihat suasana damai mesjid 4 lantai baru kita Al-Furqon, ato islmic trade center. saya tidak terlalu mengerti tentang konsep yang ditampilkan bangunan itu, namun yang jelas, luas dan megah.
lanjut. bangun baru bebarapa fakultas juga gak kalah megahnya. kayak FPBS sama FPIPS. megah deh pokoknya. belum lagi ada isola yang katanya amat bersejarah. dari mana ya? saya lupa. jepang? belanda? pokoknya, dari orang yang katanya mengasingkan diri di tahun sekian yang sekarang menjadi tempat rektor. cukup lama. mungkin 70-80 tahun yang lalu. penuh misteri. gedungnya unik. lain dari yang lain. didepanya ada partere. biasanya suka dipakai nongkrong orang-orang yang gak ada kerjaan (baca:pacaran). soalnya suasananya megang banget. maksudnya, indah, sejuk, tentram dan lumayan bersih lah.
gedung FPMIPA yang menarik perhatian saya. disebut gedung JIKA (gak tahu cara nulisnya mungkin JK? atau JQ?) karena pemberian dari negara yang pernah ngejajah kita selama 3, 5 tahun dan menanamkan kerja rodi pada saat itu. artistik, bersih, unik, dan semacamnya lah. tangga berputar seperti roll itu berdiri tegap di ujung sudut-sudut gedungnya. suasananya beda sama fakultas lain.
sistem belajarnya juga menarik. tiap kelasnya cuma sedikit. jadi kondusif banget buat belajar. semuanya termonitor. seperti berada di tempat les. dosennya muda-muda dan fresh. gak ngebosenin (beberapa dosen, sih!)
tapi, agak kecewa juga ma fasilitas di fakultas saya sendiri FPBS. pasalnya, saya belum menemukan toilet yang bersih. selalu kotor. jarang banget ada cleaning service. padahal, beberapa tempat terlihat kotor banget. beneran lho! saya kan member toilet. sering merasa beser tiap kuliah. paling, kali-kali aja kalo ada acara di FPBS terus ngedatengin tamu-tamu dari luar, baru aja dibersihin. selebihnya, saya sering menahan nafas sampai beberapa menit untuk menahan baunya.
tapi, selebihnya, saya bangga dengan UPI. apapun itu, sebagai mahasiswa UPI, sudah seharusnya saya bangga dengan yang sudah menjadi bagian dari UPI. deal? dengan harga semesteran yang katanya sekarang sudah naik. peace...
Jumat, 31 Oktober 2008
What's up UPI?
tentang lingkungan upi y?
Saya rasa, setiap orang pasti senang masuk universitas negeri. Begitupun saya. Apalagi UPI adalah salah satu universitas yang sedang berkembang. Yang sedang memajukan segala aspek yang ada di dalamnya. Termasuk bangunan.
Kenapa bangunan? Karena bangunan di UPI banyak yang baru!
Sesuai dengan tugas dari dosen saya, Pak. Andika, tentang penulisan deskripsi impresionisme dari lingkungan UPI, maka saya mencoba menulis kesan serta penilaian saya tentang hidup dilingkungan UPI kurang lebih selama 3 bulain ini. Jujur, tempat di UPI sangat menyejukkan, megah, Asri, dan Religius. Belum lagi atmosphere pendidikan yang sangat kental. Yah, namanya juga Universitas Pendidikan Indonesia. kadang saya merasa beruntung banget. karena disini saya terbawa dengan suasana religiusnya. seenggaknya, saya sedikit2 melakukan hal yang berada di jalan yang benar. misalnya, waktu libur yang biasanya dipake hal2 yang ga beguna, dipake tutorial. mentoring, mpe blajar ngaji.
trus satu klasnya cm dikitan. jd efektif banget klo belajar. ga bakal ada yang gak kbagian speak di kelas. pasti kebagian. jdnya gda anak yang ktinggalan. amin dah...Saya senang sih jadi mahasiswa UPI.
Tapi terkadang terasa mengesalkan juga!
Saya kuliah di fakultas FPBS, yang saya rasa adalah fakultas yang besar yang ada disitu. Tapi saya merasa sayang dengan bangunan sebesar itu. Hal yang paling membuat saya malas adalah toilet, yang dimana, belum satupun saya temukan toilet yang bersih. Apalagi saya adalah salah satu langganan wc karena beser. Terus kok jarang liat cleaning service gitu. Soalnya, beberapa bagian gedung kadang terlihat kotor banget! Bener lho!
Tapi yah,
Terlepas dari masalah itu semua, saya rasa UPI salah satu universitas yang nyaman yang ada di Indonesia. Mau bagaimanapun juga, mahasiswa UPI harus bangga dengan apa yang sudah ada di UPI, right?