Minggu, 01 April 2012

However, I know God has plan for me.

Belakangan ini banyak banget yang ngomongin soal pernikahan. Baik itu temen gw sendiri, guru-guru di tempat gw praktek ngajar, atopun ibu-ibu yang baru aja gw temuin di suatu tempat. Bahasannya ga jauh tentang masa depan seorang wanita, yang kelak menikah dan berkeluarga, membina suatu komitmen yang penuh dengan kejujuran. Well, itu bukan topik utamanya. Kebanyakan, mereka membahas seperti apa kelak laki-laki yang bakal menghidupi. Tepatnya, materi yang mereka punya.

Orang-orang sibuk mencari. Orang-orang sibuk membicarakan tentang bagaimana kita harus mendapatkan orang  yang ‘mapan’ buat ngedampingi kita. Tak usahlah cinta. Hidup tak begitu memerlukan cinta. Cinta bisa apa? Well, orang ini harus masuk mata kuliah Discourse Analysis dan dapet pencerahan dari Mr. Didi soal cinta. But no offense. orang-orang yang mengejar materi di jaman sekrang sangatlah masuk akal.  Melihat banyak orang tak begitu memikirkan kebahagiaan hakiki dalam hidupnya.

Orang tua mana yang ingin menikahkan anaknya dengan laki-laki yang pengangguran, tak punya banyak materi yang bisa diandalkan untuk melangsungkan kehidupan ga hanya buat istrinya, tapi anak sekeluarga, yang segala sesuatunya hanya di dasari dengan cinta, atau mungkin saja kebohongan.

Banyak orang berpikir sama. Ga sedikit temen gw yang ‘mencari’ laki-laki berseragam ‘hijau’, ‘coklat’, ‘putih’, dan berbagai warna lainnya, hanya untuk mendapatkan penghidupan yang layak, buat dirinya sendiri dan anak cucunya. Tak salah. Dan sangat logis.

Yang gw ga habis pikir, issue ini berputar di sekeliling gw belakangan ini. Entah karena mungkin udah masanya gw memikirkan ini, atau karena memang lingkungan gw yang menuntut, atau mungkin karena gw lebih merasa ‘sendiri’ saat ini. Dan gw selalu merespon dengan sok bijak, so ‘cool’. Sebenernya, apa yang gw pikirkan berbeda.

Ga dipungkiri gw juga pengen dapetin lelaki ‘idaman’. Spesifikasinya tentu ga bakal cukup satu halaman kertas A4 yang biasa lu pake ngeprint. Terlalu banyak rentetan tuntutan yang harus dipenuhi sebagai seorang lelaki ‘idaman’. In fact, nobody’s perpfect. Masalahnya, gw masih hidup di dalam dunia gw yang kecil ini. Gw masih mikirin hal-hal kecil yang real yang gw hadepin sekarang. Gw masih mau bergandengan tangan sama temen2 gw. Gw masih suka nongkrongin tempat-tempat rame. Gw masih suka bermain-main dengan hubungan. Sulit rasanya memikirkan ‘serious relationship stuffs’ ,  terutama buat masa depan gw , yang bikin temen-temen gw ngawang-ngawang, yang justru jadi impian semua orang tua terhadap anak ceweknya. Honestly, gw masih menganggap hal-hal seperti itu itu klise. Tetapi sangat logis.

Gw juga punya mimpi. Gw pengen punya kehidupan gw yang layak di masa depan gw nanti. Gw pengen apa yang gw mau, apa yang gw suka, apa yang jadi kewajiban dan hak gw, gw bisa jabanin apa adanya. Tapi, alih-alih berharap dari calon suami kaya yang bisa ngasih kita segalanya, gw berpikir buat ngeraih segalanya sendirian dulu. Oke. Ga gampang. Butuh kerja keras. Tapi gw ga mau bergantung. Rasanya melihat orang-orang membicarakan materi bikin gw mual mau muntah. kenapa gw rasanya itu menjadi suatu tuntutan, standar yang harus di raih setiap orang dalam hidupnya.

Ga salah. Sama sekali ga salah. Tapi Tuhan tidak suka hal-hal yang berlebih-lebihan. berharap terlalu banyak. Tuhan punya rencana, Tuhan sudah menakdirkan kita dengan seseorang, miskin atau kaya, apa dia rajin gosok gigi atau engga, apa bibirnya berwarna hitam karena rokok dan badannya kerempeng, apa dia pernah having seks, apa dia sudah beristri sebelumnya dan punya anak, who knows?  Memulai hidup dari nol memiliki arti kebahagiaan tersendiri nantinya. Apa yang lu raih, apa yang lu dapetin, akan sangat berarti tiap jengkalnya, tiap satu butir beras yang lu makan, tiap tegukan air yang lu minum, tiap sepersekian kecil ukuran apapun di dunia ini. Dan lu bakal bisa ngehargain sekecil apapun yang lu dapetin. Yang harus dipegang benner-bener, diluar semua masalah kepercayaannya terhadap Tuhan, adalah apa dia mau berkerja keras, dan jujur. Kadang apa yang kita ga suka sebelumnya, mau ga mau, suatu hari nanti harus kita terima.

Yang gw takutin Cuma satu. Gw takut pemikiran gw ini, berujung kaya ibu-ibu yang tadi gw ajak ngobrol di museum. Umurnya 50 taun sekian. Belum menikah., setelah gw pikir dia punya anak karena ngomongin betapa kita sebagai wanita harus milih cowo yang bener (baca: kaya). Gw pikir itu nurani seorang ibu buat anak cewenya, tapi sepertinya, ditujukkan buat dirinya sendiri. Beliau sedang menjalin kasih dengan seorang lelaki, yang sudah menikah dan punya anak, dan sudah 8 tahun lamanya. Katanya, cowo itu suka ngehina apaun yang dikerjakan beliau. Tapi beliau bertahan karena, sulit untuk mendapatkan lelaki di usianya sekarang. Yang biking gw heran lagi, beliau dengan santainya ngomongin hal itu sama orang yang baru dikenalnya. Gw ga tau harus bersimpati atau merasa kesal.

See? Gw takut idealisme yang terlalu gw pegang erat itu berujung di suatu titik dimana gw ga bisa milih lagi. Walaupun gw ga terlalu peduli sekarang, gw mulai berpikir gimana caranya buat nerima orang apa adanya. Karena seperti apa yang gw bilang, lelaki ‘idaman’ gw, ga bakal bisa gw tulisin. Apa yang gw omongin ini bukan masalah materi. Asal mau berusaha gw bilang, pasti ada jalan. Tapi masalahnya adalah jalan pikir laki-laki. Hanya satu dari sejuta laki-laki, yang bisa dan mau berpikir tentang apa itu artinya komitmen, atau pernikahan. Kalau seperti ini, gw ngerasa gw ga muda lagi ternyata…

  Gw merasa tergelitik dengan apa yang gw omongin ini. This is not really my stuff. However, I know God has plan for me

Senin, 07 November 2011

Hidup terlalu panjang untuk diambil sejenak kebahagiaanya, dan lau menderita

Well, dimata kuliah Classroom Discourse Analysis memang selalu ada cerita. Selama 2 jam mata kuliah, hanya sekita 5 menit, mungkin kurang, beliau menerangkan tentang materi Discourse. Sebenernya hari ini gw udah persiapan. Gw baca semalaman, taking note (it's not really me actually), prepare my self to present something that I've got from the book. Ternyata saudara-saudara, tak ada satupun orang yang dipanggil untuk menjelaskan apa itu Identifying Teacher-Students Interaction. awalnya gw kecewa, karena gw ngorbanin waktu ngopi gw untuk menulis cepat. Tapi, kekecewaan gw tergantikan dengan, seperti biasa, ceramah yang diberikan oleh Mr. Dumbledore, atau sekarang kita memanggilnya Mr. Onehundredpercent. oke. Kita singkat saja. Mr. 100%.

Apa yang gw dapet di Kelas Discourse ini, amat sangat Klise. Dan gw ga pernah berpikir kalau gw bakal terpesona dengan kata-kata gombal yang beliau tuturkan. Tidak terlihat gombal kalau beliau yang bilang. tapi gw pikir, itu bukan karena Mr. 100% yang bilang, tapi karena perasaan dan hatinya yang tulus yang bikin gw, bukan cuma gw aja, tp semua temen2 sekelas gw, terhanyut.

Berikut ini kata-kata yang gw quote pas beliau ngomong. Kita sebut "Teori CInta Pak Didi". Kalau lo baca ini, plis lu bayangin seorang lelaki jantan yang tulus and mean every words he says. Jangan ngebayangin para gombalers, hidung belang, atau lelaki kebanyakan yang lo temuin dipinggir jalan.

"Jadilah Laki-laki yang jantan"
"Menaklukan perempuan itu mudah. Kehalusan Budi." 
"Jadilah seseorang yang pantas ditaati, yang dapat menaklukan wanita. karena wanita akan yakin pada laki-laki yang tulus dan tanpa pamrih."
"Saya tidak bahagia melihat dunia, jika tidak dengan istri saya"
"saya merasa mampu melakukan apapun, jika ada istri saya"
"Dunia ini limited, saudara-saudara. maka carilah yang pasti-pasti saja. jangan mengawang-ngawang"
"Yang indah itu cinta"
"Cinta sejati itu ada. tapi tidak ada cinta pada peandangan pertama. ada juga cinta pada pandangan ke 123. yang ada juga berahi pada pandangan pertama"
"Di keluarga saya yang berharga itu adalah ilmu pengetahuan, pengalaman, dan cinta. batu giok mahal yang teman2 saya beli, ga ada harganya"
"Allah memberikan kebahagiaan itu 100%. jika kamu berdua, maka akan kebagi 50-50 atau 70-30 atau 40-60. kalau anda punya 10 istri? mungkin anda hanya memiliki kebahagia 0.0006 percent. biasanya terjadi pada orang yang punya pasangan ganteng atau cantik"
"Lelaki dianggap hebat kalau dia sudah membahagiakan pasangannya"
"Orang pacaran itu lagi sedang berdusta."

random memang. dan gw ga bisa nyusun kata-kata beliau jadi cerita yang nyambung, yang sesuai dengan apa yang beliau ceritakan. karna gw bgtu terkesima. itu kata-kata gombal terindah yang pernah gw denger. kata-katanya mungkin sederhana dan biasa. banyak orang yang bilang begitu. tapi kalau lo liat wajah dan ketulusan hatinya, lo bisa nangis. bahkan cowo2 pun merasa tersentuh,

orang-orang hebat memang selalu mempunyai hal yang hebat. hidupya hebat karena mereka memiliki prinsip hidup yang hebat yang mereka jalani. gw merasa, menjadi wanita karir bukan jadi tujuan utama gw lagi. gw ga bisa jelasin alasannya kenapa karena akan terlalu panjang. karena ini pasti, terinspirasi oleh cerita beliau dan istrinya. Dan, trust me, gw nulis dibuku:

"pak, plis muda lagi. saya mau jadi istri bapak" 

gw orang yang keras hati, man. gw ga gampang tersentuh dengan omongan2 yang pecicilan. But if you hear this, you, women and gentlemen, you will fall to the beauty of love, yang selama ini gw anggap klise, atau sesuatu yang ga begitu penting. 

Well, guys, diakhir beliau berkata "Tujuan manusia itu cuma satu. Kebahagiaan." bukan karena hal-hal yang berbau matrealistis atau semacamnya. tapi kebahagiaan yang hakiki. Bukan kebahagiaan seperti seorang artis tenar yang popularitasnya meroket, kaya, having fun, dan akhirnya termakan waktu.

 "Hidup terlalu panjang untuk diambil sejenak kebahagiaanya, dan lau menderita. "

Selasa, 20 September 2011

My own Leraning Journal

inspired by my teacher in English for Young Learners Class when we were asked to write a learning journal after teaching learning activities, I think that it will be interesting if I write my own learning journal. What makes different is my learning journal is not about what I’ve learned in EYL Class, but maybe i’ll write what happen in my whole day.

It’s like today, when we got a big success in Conaplin 4 2011, a seminar held by Balai Bahasa UPI. It’s a quite big seminar actually, since there were so many participants from other islands and countries. 2 days full of tired. Trust me! the food, the snack, and the seminar kit (thank God i got it) that we’ve got were good. But we were really really tired. your feet, your hands, your body, your brain, and all the things sticking to you had been worked well in that moment. However, it was fun working together with all people inside.

Now I’m so happy because tomorrow I’m off to bed. There will no class and I can wake up in the middle of the day.

so many things to say actually. But Guys, I’m really tired and even my hand can’t hold my keyboard well. well then, take rest, everybody. :)

Senin, 05 September 2011

Tp sesuatu yang klise ternyata adalah mimpi...

well,
gw seneng sama kuliah gw hari ini sebenernya. Hari pertama kuliah disuguhin sama mata kuliah yang kayanya, dan emang kata orang kaya gitu, adalah mata kuliah paling susah sepanjang sejarah lo belajar bahasa Inggris. Namanya Discourse Analysis yang adalah... gw gak tau pasti karena gw juga belum paham. Yang jelas dari judulnya, gw rasa itu tentang suata cara dimana kita nganalisis bahasa dalam suatu contexts atau texts. Yap! as I said before, gw belum terlalu paham apa itu artinya.

Dosen mata kuliah ini, adalah panutan semua orang, Prof. Didi Suherdi. Kita sering sebut dia Prof. Dumbledore, karena emang mukanya mirip banget sama Dumbledore pemeran kepala sekolah Hogwarts di filmya Harry Potter. Bedanya, cuma rambutnya aja ga panjang. Dan satu lagi, Prof. Didi islam, dan soleh.

Hal yang menyenangkan yang gw pelajari hari ini, bukan teori Discourse Analysis yang uda gw kira pasti susah. Tapi nilai-nilai yang beliau terapkan. Kejujuran. beliau bercerita betapa hidup sesulit apapun, dengan kejujuran, semua kebahagiaan akan mengalir dengan sendirinya. Beliau juga menjelaskan "The Making of Tukang Ojek" dan "The MAking of Doctor" sebagai analogi dimana kita harus bekerja keras untuk menentukan masa depan kita.

"Masa depan kita, bisa kita pilih..."

Gw berpikir sejenak tentang masa depan mana yang bakal gw pilih. Karena sudah setua ini pun, mimpi-mimpi gw belum ada yang jelas. Gw masih gak tau apa gw berada di jalan yang benar dengan berada di kelas ini atau engga.

yang bikin gw sadar, pas beliau bilang "Allah sedang memberi jalan padamu.."
dan mungkin ini jalan gw. Somehow, semangat gw tiba-tiba aja muncul saat itu.

Dan, dari situ, gw dapet 5 cita-cita yang indah. Ini cita-cita yang dirangkai beliau untuk kami. Dan kami setuju.

Berikut cita-cita sederhana, yang buat gw cukup untuk melengkapi hidup gw dari sekarang.

Lulus kuliah tepat waktu
Dapet IPK gede
Cepet dapet kerja
Dapet Gaji Gede
Punya keluarga sakinah, mawadah, warohmah...

dulu gw ga suka berpikir hal-hal yang klise. Tp sesuatu yang klise ternyata adalah mimpi.
Dan gw harus ngejar mimpi itu.. setidak hidup gw berguna bagi diri gw sendiri..

Well, di kelas, gw ga hanya bisa belajar tentang bagaimana itu teori bahasa. Disini, pelajaran hidup gw terasa. Life can be changed, right?

Kamis, 23 Juni 2011

kenapa aku harus menunggu terlalu lama untuk menyadarinya...

ada beberapa hal yang membuatmu terganggu saat kamu mengenang kembali serpihan luka dimasa lalu. silly. aku tak pernah ingin mengingatnya sebenarnya. mana ada yang mw mengingat hal-hal yang menyakitkan, saat semua hal disekelilingmu telah membahagiakanmu dengan segala warnanya. tak ada.

tapi kamu tak bisa menghindar saat seseorang, beberapa orang, atau sekian banyak orang yang telah menyakitmu ada dihadapanmu, mengajakmu bicara. bahkan saat kamu atau dia, atau mereka, tidak mmbicarakan masa indah atau masa luka di masa lalu, kamu tetap akan terkait dengan masa-masa itu, yang menjadikanmu harus mengingatnya kembali.

dan aku mengingatnya.

dan aku marah!
bukan karena rasa sakit yang telah dia torehkan padaku,
tapi karena kebodohanku yang begitu, terlalu, memujanya.
apa gerangan yang kucari?

aku benar-benar marah pada diriku sendiri.
aku, satu tahun yang lalu, benar-benar bodoh. stupid!
aku tak tau apa yang kupikirkan saat itu. rasanya dunia hanya berputar disekelilingnya, yang tak punya apa-apa, yang tak memberi apa-apa. aku bahkan harus menangis berhari-hari, memohon, membuatnya merasa diawang-awang, dan membuatku menjadi mayat hidup. bodoh. bodoh. bodoh!

aku lupa rasa sakitnya. tapi aku tak bisa berhenti mengutuk diriku sendiri yang bertindak seperti tak ada hal lain di dunia ini. ada mimpi yang harus ku raih, ada hidup yang harus ku jalani. dan aku berpikir seolah semua itu tak penting. dan aku bodoh. terlalu bodoh. why didn't You fix my mind soon, God? kenapa aku harus menunggu terlalu lama untuk menyadarinya...


aku tak akan lengah lagi...

Selasa, 21 Juni 2011

Mungkin saatnya untuk berubah

bahkan, sampai dipernghujung tahun pun, aku tak bisa memberikan sesuatu yang membanggakan diriku sendiri, apalagi membanggakan sosok-sosok yang kusayangi. Mimpi-mimpi yang jauh itu, tak pernah sedikit pun mencoba untuk meraihnya. Terasa makin jauh.Menerawang...

hanya karena aku tak pernah merasa puas dengan diriku sendiri, tak pernah bisa menyemangati diri dengan kata-kata positif, dan selalu menganggap semua mimpi dan keinginan yang indah itu adalah sesuatu yang klise. skeptik, sok realistis tanpa berkeinginan untuk mengubahnya...

jika saja aku sedikit optimis, mungkin hidup tak sesulit yang dijalani..

21...
mungkin saatnya untuk berubah...